Demi (malaikat-malaikat)885) yang diutus untuk membawa kebaikan,
Catatan Depag
*885) Sebagian mufasir mengartikan “Demi angin yang dikirim.”
Kritik
Sumpah berulang dengan entitas yang tidak jelas ('yang dikirim berturut-turut') (a.1-5): pembukaan surah dengan sumpah ambigu — selaras dengan LF (appeal to authority ambigu) dan CT; ketidakjelasan referensi melemahkan klaim kejelasan wahyu
Logical Fallacy
(77:1-7): Non sequitur / Ipse dixit - Menggunakan sumpah atas nama angin dan malaikat terbang sebagai premis untuk menyimpulkan bahwa "hari kiamat pasti terjadi", di mana fenomena angin sama sekali tidak memiliki kaitan pembuktian dengan hari akhir.
Contradiction
Sumpah demi 'yang dikirim berturut-turut' (a.1): penafsiran berbeda — malaikat atau angin — menunjukkan ambiguitas teks sakral