Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai Awf bin Malik Al-Ashja'i yang mengadu sangat sedih karena putranya ditawan musuh sementara ia sendiri sangat miskin. Nabi menyuruhnya bersabar dan memperbanyak zikir "La hawla wa la quwwata illa billah". Berkat zikir istrinya dan dirinya, musuh menjadi lengah, lalu putranya berhasil melarikan diri pulang sambil membawa banyak domba rampasan milik musuh.
TopikJanji Allah bagi yang Bertakwa (2-5)
وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ ۚ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Dan Dia memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya. Sungguh, Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu.
Contradiction
Kontradiksi empiris: S65:3 menjanjikan rezeki tak terduga bagi yang bertawakal kepada Allah—namun realitas empiris menunjukkan jutaan Muslim yang bertawakal hidup dalam kemiskinan ekstrem, sementara banyak non-Muslim yang tidak bertawakal hidup makmur. Janji rezeki kondisional (jika bertawakal) tidak terbukti secara statistik.

