Bacaan
TopikTujuan Perutusan Para Rasul (Ayat 25-29)
لِئَلَّا يَعْلَمَ أَهْلُ الْكِتَابِ أَلَّا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ مِنْ فَضْلِ اللَّهِ ۙ وَأَنَّ الْفَضْلَ بِيَدِ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
Agar Ahli Kitab mengetahui bahwa sedikit pun mereka tidak akan mendapat karunia Allah (jika mereka tidak beriman kepada Muhammad), dan bahwa karunia itu ada di tangan Allah, Dia memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.
Kritik
Ayat 29 (Makna Terbalik Akibat Salah Salin): Teks berbunyi li-'alla ya'lama (agar mereka tidak mengetahui). Padahal konteks ayat ini menuntut makna sebaliknya, yaitu "agar ahli kitab mengetahui". Para ahli bahasa Arab (termasuk mufasir tradisional) kebingungan dan memaksakannya berarti positif. Analisis filologi membuktikan ini adalah murni kesalahan penyalin (khatib) yang matanya tidak sengaja menyalin kata 'la secara prematur dari kata di sebelahnya ('alla yaqdiruna)
Logical Fallacy
(57:29): Special Pleading - Menganulir klaim teologis Ahli Kitab secara otoriter dan menempatkan kelompok sendiri sebagai pemilik absolut hak eksklusif atas karunia Tuhan, menghindari pembuktian mengapa mereka yang paling berhak. Surat 58 (Al-Mujadilah)

