Al-Hadid (Besi) Ayat 27

Bacaan

TopikTujuan Perutusan Para Rasul (Ayat 25-29)

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ وَجَعَلْنَا فِي قُلُوبِ الَّذِينَ اتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ابْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَاهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ابْتِغَاءَ رِضْوَانِ اللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَآتَيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ

(57:27) Kemudian Kami susulkan rasul-rasul Kami mengikuti jejak mereka dan Kami susulkan (pula) Isa putra Maryam; Dan Kami berikan Injil kepadanya dan Kami jadikan rasa santun dan kasih sayang dalam hati orang-orang yang mengikutinya. Mereka mengada-adakan raḥbāniyyah,832) padahal Kami tidak mewajibkannya kepada mereka, (yang Kami wajibkan hanyalah) mencari keridaan Allah, tetapi tidak mereka pelihara dengan semestinya. Maka kepada orang-orang yang beriman di antara mereka Kami berikan pahalanya, dan banyak di antara mereka yang fasik.

Catatan Depag

*832) Tidak beristri atau tidak bersuami dan mengurung diri dalam biara.

Kritik

Teks ini pada awalnya menyematkan kata rahbāniyya sebagai sikap "rasa takut/tunduk (kepada Tuhan)" yang positif di dalam hati pengikut Yesus, berdampingan dengan belas kasih. Namun, secara canggung dan tiba-tiba, kelanjutan ayat ini menyerang rahbāniyya (dengan pergeseran makna menjadi "monastisisme/kebiaraan") sebagai inovasi bid'ah manusia. Inkonsistensi tajam ini membuktikan adanya intervensi redaksional (tambahan belakangan) ke dalam teks untuk memelintir teks spiritual menjadi alat propaganda dan polemik anti-Kristen. (Patricia Crone, Pagan Arabs as God-Fearers).

Cacat Logika

(57:27): No True Scotsman & Ad Hominem - Membantah validitas keimanan kaum monastik (rahbaniyyah) Nasrani dengan menuduh mereka tidak konsisten pada tradisi yang mereka ciptakan sendiri, lalu mengecap mayoritas mereka sebagai kelompok fasik.

Kontradiksi

Kontradiksi Sikap terhadap Kristen: Ayat ini menyatakan orang-orang yang mengikuti Yesus memiliki 'belas kasih dan rahmat dalam hati mereka' — bertentangan dengan 5:51 yang melarang menjadikan Kristen sebagai wali/sekutu.