Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini mengandung tiga larangan yang memiliki asbabun nuzul masing-masing: 1. Larangan pria mengolok pria: Turun karena Tsabit bin Qays yang kurang pendengaran memaksa maju ke depan majelis Nabi. Saat seorang pria enggan memberinya jalan, Tsabit mengejeknya dengan memanggil nama ibunya yang memalukan di masa Jahiliyah. 2. Larangan wanita mengolok wanita: Turun karena Aisyah dan Hafshah mengejek fisik Ummu Salamah (mengejeknya pendek atau bajunya menjulur seperti lidah anjing), atau mengejek Shafiyyah dengan sebutan "anak Yahudi". 3. Larangan memanggil dengan gelar buruk: Turun karena banyak sahabat merasa tidak nyaman dipanggil dengan julukan atau nama ejekan masa lalu mereka. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Salah satu kebiasaan penduduk Madinah ketika Nabi hijrah ke sana adalahmemanggil kawan dengan berbagai julukan. Tidak jarang julukan itu bernada ejekan atau hinaan. Itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat ini. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikEtika Sosial dalam Masyarakat Muslim (Ayat 11-13)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, (karena) boleh jadi mereka (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok), dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokkan) perempuan lain, (karena) boleh jadi perempuan (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Janganlah kamu saling mencela satu sama lain, dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barangsiapa tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.

