Bacaan
TopikTipu Daya Setan (Ayat 25-28)
إِنَّ الَّذِينَ ارْتَدُّوا عَلَىٰ أَدْبَارِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْهُدَى ۙ الشَّيْطَانُ سَوَّلَ لَهُمْ وَأَمْلَىٰ لَهُمْ
Sesungguhnya orang-orang yang berbalik (kepada kekafiran) setelah petunjuk itu jelas bagi mereka, setanlah yang merayu mereka dan memanjangkan angan-angan mereka.
Kritik
Furtive fallacy: kemurtadan dikaitkan dengan tipu daya setan — menghindari pengakuan bahwa ada alasan rasional untuk meninggalkan keyakinan.
Logical Fallacy
(47:25): Furtive Fallacy (Kesalahan Tersembunyi) - Menyalahkan sosok gaib ("setan yang merayu") sebagai penyebab tunggal atas murtadnya seseorang, meniadakan agensi rasional dari orang yang meninggalkannya . Berikut adalah daftar logical fallacies (kesesatan berpikir) yang ditemukan dalam Quran Surat 47 (Muhammad), 48 (Al-Fath), dan 49 (Al-Hujurat). Analisis ini disajikan secara tajam, kritis, dan non-apologis berdasarkan hierarki falasi yang Anda berikan. Surat 47 (Muhammad) | (47:25): Furtive Fallacy (Kesalahan Tersembunyi) - Menyalahkan sosok gaib ("setan yang merayu") sebagai penyebab tunggal atas murtadnya seseorang, meniadakan agensi rasional dari orang yang meninggalkannya. Surat 48 (Al-Fath)

