Muhammad (Nabi Muhammad) Ayat 20

Bacaan

TopikSikap Orang Munafik (Ayat 16-20)

وَيَقُولُ الَّذِينَ آمَنُوا لَوْلَا نُزِّلَتْ سُورَةٌ ۖ فَإِذَا أُنْزِلَتْ سُورَةٌ مُحْكَمَةٌ وَذُكِرَ فِيهَا الْقِتَالُ ۙ رَأَيْتَ الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ يَنْظُرُونَ إِلَيْكَ نَظَرَ الْمَغْشِيِّ عَلَيْهِ مِنَ الْمَوْتِ ۖ فَأَوْلَىٰ لَهُمْ

(47:20) Dan orang-orang yang beriman berkata, "Mengapa tidak ada suatu surah (tentang perintah jihad) yang diturunkan?" Maka apabila ada suatu surah diturunkan yang jelas maksudnya dan di dalamnya terdapat (perintah) perang, engkau melihat orang-orang yang di dalam hatinya ada penyakit akan memandang kepadamu seperti pandangan orang yang pingsan karena takut mati. Tetapi itu lebih pantas bagi mereka.

Kritik

Psychologist's fallacy & MC (a.20): rasa takut orang beriman saat turun perintah perang diejek sebagai kelemahan — mengabaikan respons manusiawi yang valid.

Cacat Logika

(47:20): Psychologist's Fallacy - Menghakimi insting bertahan hidup manusiawi (takut mati saat disuruh berperang) sebagai "penyakit di dalam hati", mencampuradukkan interpretasi negatif dengan niat asli manusia . | (47:20): Psychologist's Fallacy - Menghakimi insting bertahan hidup manusiawi (takut mati saat disuruh berperang) sebagai "penyakit di dalam hati", mencampuradukkan interpretasi negatif dengan niat asli manusia.

Moral

(47:20): Mengejek rasa takut manusiawi terhadap kematian, dengan melabeli orang-orang yang enggan atau takut menghadapi perang sebagai orang yang "di dalam hatinya ada penyakit" dan menatap ketakutan bak orang yang pingsan mau mati.