Muhammad (Nabi Muhammad) Ayat 19

Bacaan

TopikSikap Orang Munafik (Ayat 16-20)

فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَلِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مُتَقَلَّبَكُمْ وَمَثْوَاكُمْ

(47:19) Maka ketahuilah, bahwa tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu.

Moral

Kontradiksi Kenabian yang Berdampak Sosial: Nabi yang diperintahkan memohon ampun atas dosanya menunjukkan ketidaksempurnaan yang wajar, namun doktrin maksum (infallibility) yang dikembangkan kemudian menciptakan figur yang tidak dapat dikritisi — gap berbahaya antara teks dan doktrin.

Kontradiksi

Nabi diperintahkan memohon ampun atas dosanya (a.19) vs doktrin kenabian maksum (terpelihara dari dosa) — jika Nabi maksum, untuk dosa apa ia beristighfar?