Bacaan
TopikPerbandingan Iman dan Kekafiran (Ayat 13-15)
أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ كَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ
Maka apakah orang yang berpegang pada keterangan yang datang dari Tuhannya sama dengan orang yang dijadikan terasa indah baginya perbuatan buruknya dan mengikuti keinginannya?
Kritik
False dilemma: hanya dua kategori — orang beriman yang mendapat petunjuk jelas, atau orang kafir yang mengikuti hawa nafsu. Tidak ada ruang bagi agnostisisme rasional.
Logical Fallacy
(47:14): False Dilemma - Memaksa hanya dua pilihan yang hitam-putih: mengikuti Tuhan atau menjadi budak nafsu/perbuatan buruk, padahal seseorang bisa saja menolak ajaran atas dasar logika dan akal sehat . | (47:14): False Dilemma - Memaksa hanya dua pilihan yang hitam-putih: mengikuti Tuhan atau menjadi budak nafsu/perbuatan buruk, padahal seseorang bisa saja menolak ajaran atas dasar logika dan akal sehat.

