Bacaan
TopikKekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 49-53)
وَمَا كَانَ لِبَشَرٍ أَنْ يُكَلِّمَهُ اللَّهُ إِلَّا وَحْيًا أَوْ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ أَوْ يُرْسِلَ رَسُولًا فَيُوحِيَ بِإِذْنِهِ مَا يَشَاءُ ۚ إِنَّهُ عَلِيٌّ حَكِيمٌ
(42:51) Dan tidaklah patut bagi seorang manusia bahwa Allah akan berbicara kepadanya kecuali dengan perantaraan wahyu atau dari belakang tabir780 atau dengan mengutus utusan (malaikat) lalu diwahyukan kepadanya dengan izin-Nya apa yang Dia kehendaki. Sungguh, Dia Mahatinggi, Mahabijaksana.
Catatan Depag
*780) Seseorang dapat mendengar kalam Ilahi akan tetapi dia tidak dapat melihat-Nya seperti yang terjadi pada diri Nabi Musa -'alaihissalām-.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun karena orang-orang Yahudi menantang Nabi Muhammad SAW untuk berbicara langsung dengan Allah atau melihat-Nya secara langsung sebagaimana Nabi Musa, jika beliau memang benar seorang utusan Allah.
Kontradiksi
Kontra 2:253 dan 4:164. Ayat ini menyatakan tidak mungkin Allah berbicara kepada manusia kecuali lewat wahyu, dari balik tabir, atau lewat utusan, sedangkan dua ayat itu menyebut Allah berbicara langsung kepada Musa.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

