Bacaan
TopikKebenaran Al-Qur'an (Ayat 40-46)
وَلَوْ جَعَلْنَاهُ قُرْآنًا أَعْجَمِيًّا لَقَالُوا لَوْلَا فُصِّلَتْ آيَاتُهُ ۖ أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ ۗ قُلْ هُوَ لِلَّذِينَ آمَنُوا هُدًى وَشِفَاءٌ ۖ وَالَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ فِي آذَانِهِمْ وَقْرٌ وَهُوَ عَلَيْهِمْ عَمًى ۚ أُولَٰئِكَ يُنَادَوْنَ مِنْ مَكَانٍ بَعِيدٍ
Dan sekiranya Al-Qur`an Kami jadikan sebagai bacaan dalam bahasa selain bahasa Arab, niscaya mereka mengatakan, "Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?" Apakah patut (Al-Qur`an) dalam bahasa selain bahasa Arab sedang (rasul) orang Arab? Katakanlah, "Al-Qur`an adalah petunjuk dan penyembuh bagi orang-orang yang beriman. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, dan (Al-Qur`an) itu merupakan kegelapan bagi mereka.776) Mereka itu (seperti) orang-orang yang dipanggil dari tempat yang jauh."
Catatan Depag
*776) Tidak memberi petunjuk kepada mereka.
Logical Fallacy
(41:44): Special pleading (Pembelaan khusus) - Menerapkan standar ganda saat dikritik soal eksklusivitas bahasa: teks mengklaim sebagai "petunjuk dan penyembuh" hanya bagi yang percaya. Namun bagi penentang yang tidak merasa teks itu masuk akal, kelemahan teks ditutupi dengan alasan bahwa telinga penentang itu sendiri yang "ada sumbatan".

