Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 37-39)
وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ
Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.
Kritik
Larangan untuk "sujud kepada matahari dan bulan" mengindikasikan bahwa audiens teks ini mempraktikkan kultus benda langit atau astrologi magis yang berakar kuat dari sinkretisme Romawi-Helenistik dan Babilonia, bukan paganisme gurun pasir yang terisolasi. Penulis teks berusaha memberangus kebiasaan ini demi memaksakan monoteisme kaku, gagal menyadari bahwa lawan-lawannya menggunakan benda langit hanya sebagai entitas perantara.

