Bacaan
TopikNasib Orang-orang Kafir (Ayat 25-29)
وَقَيَّضْنَا لَهُمْ قُرَنَاءَ فَزَيَّنُوا لَهُمْ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَحَقَّ عَلَيْهِمُ الْقَوْلُ فِي أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِمْ مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ إِنَّهُمْ كَانُوا خَاسِرِينَ
Dan Kami tetapkan bagi mereka teman-teman (setan) yang memuji-muji apa saja yang ada di hadapan dan di belakang mereka775) dan tetaplah atas mereka putusan azab bersama umat-umat yang terdahulu sebelum mereka dari (golongan) jin dan manusia. Sungguh, mereka adalah orang-orang yang rugi.
Catatan Depag
*775) “Yang ada di hadapan” ialah nafsu dan kelezatan di dunia yang sedang dicapai, sedang yang dimaksud dengan “di belakang mereka” ialah angan-angan dan cita-cita yang tidak dapat dicapai.
Logical Fallacy
(41:25): Bulverism (Menyerang asal usul argumen) - Teks menghindari perdebatan intelektual dan memilih menyerang sisi psikologis para penentang, dengan menuduh bahwa mereka sesat murni karena "ditemani setan" yang menghiasi keburukan mereka. Ini secara total mengabaikan kemungkinan bahwa penentang memiliki argumen filosofis yang valid.
Moral Concern
(41:25): Menggunakan taktik penjebakan licik dengan sengaja menugaskan setan-setan sebagai teman pendamping yang terus menyanjung manusia agar mereka tersesat dan pasti masuk neraka.

