Bacaan
TopikBalasan bagi Orang Beriman dan Kafir (Ayat 8-16)
إِذْ جَاءَتْهُمُ الرُّسُلُ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ ۖ قَالُوا لَوْ شَاءَ رَبُّنَا لَأَنْزَلَ مَلَائِكَةً فَإِنَّا بِمَا أُرْسِلْتُمْ بِهِ كَافِرُونَ
Ketika para rasul datang kepada mereka dari depan dan dari belakang mereka773) (dengan menyerukan), "Janganlah kamu menyembah selain Allah!" Mereka menjawab, "Kalau Tuhan kami menghendaki tentu Dia menurunkan malaikat-malaikat-Nya, maka sesungguhnya kami mengingkari wahyu yang engkau diutus menyampaikannya."
Catatan Depag
*773) Yang dimaksud “dari depan dan dari belakang” ialah dari segala jurusan.
Kritik
Argumen protes dari kaum ʿAd dan Thamud yang berbunyi, "Jika Tuhan kami menghendaki, pastilah Dia menurunkan malaikat," membuktikan bahwa para penentang narasi ini bukanlah kaum primitif yang buta agama, melainkan masyarakat yang sangat melek literatur teologis Timur Dekat Kuno. Mereka tahu betul standar nabi dalam tradisi Yahudi-Kristen (seperti Book of Watchers/Enoch), di mana seorang utusan Tuhan haruslah makhluk surgawi (malaikat), bukan manusia biasa. Penulis teks kewalahan menghadapi standar rasional ini dan berulang kali membuat rasionalisasi defensif.

