Bacaan
TopikBalasan bagi Orang Beriman dan Kafir (Ayat 8-16)
ثُمَّ اسْتَوَىٰ إِلَى السَّمَاءِ وَهِيَ دُخَانٌ فَقَالَ لَهَا وَلِلْأَرْضِ ائْتِيَا طَوْعًا أَوْ كَرْهًا قَالَتَا أَتَيْنَا طَائِعِينَ
Kemudian Dia menuju ke langit dan (langit) itu masih berupa asap, lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, "Datanglah kamu berdua menurut perintah-Ku dengan patuh atau terpaksa." Keduanya menjawab, "Kami datang dengan patuh."
Kritik
Ayat 11 (Klausa yang Hilang): Ayat ini terkesan terputus atau tidak lengkap (fragmentary). Terdapat kata wa-hifzan yang menggantung karena kehilangan klausa pelengkapnya (seperti min kulli shaytanin maridin yang bisa ditemukan di Surat 37:7)
Scientific Error
Kosmologi Keliru: Langit masih berupa 'asap' (dukhan) setelah bumi sudah terbentuk — tidak ada tahap asap (partikel karbon dari pembakaran) dalam pembentukan alam semesta; bumi tidak bisa ada sebelum pembentukan langit/bintang.

