Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah pada Binatang (Ayat 78-85)
أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَيَنْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۚ كَانُوا أَكْثَرَ مِنْهُمْ وَأَشَدَّ قُوَّةً وَآثَارًا فِي الْأَرْضِ فَمَا أَغْنَىٰ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di bumi, lalu mereka memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka itu lebih banyak dan lebih hebat kekuatannya serta (lebih banyak) peninggalan-peninggalan peradabannya di bumi,771) maka apa yang mereka usahakan itu tidak dapat menolong mereka.
Catatan Depag
*771) Peradaban seperti bangunan, benteng, istana dan alat-alat perlengkapan.
Logical Fallacy
(40:82-83): Texas sharpshooter fallacy (Memilih bukti secara selektif) - Kembali membidik secara bias pada kehancuran umat terdahulu untuk merendahkan "ilmu pengetahuan" rasional kaum penentang, dengan klaim bahwa kepintaran sekuler mereka sama sekali tidak dapat menolong mereka dari skenario azab teologis. Berikut adalah daftar sesat pikir (logical fallacies) pada keseluruhan Surah 41 (disajikan penuh dalam 1 tahap). Analisis ini dilakukan secara tajam, kritis, non-apologis, dan memprioritaskan kuantitas ayat yang dicakup sesuai dengan materi hierarki falasi:

