Bacaan
TopikOrang Beriman dari Keluarga Fir'aun (Ayat 28-45)
أَسْبَابَ السَّمَاوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَىٰ إِلَٰهِ مُوسَىٰ وَإِنِّي لَأَظُنُّهُ كَاذِبًا ۚ وَكَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ ۚ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلَّا فِي تَبَابٍ
(yaitu) pintu-pintu langit, agar aku dapat melihat Tuhannya Musa, tetapi aku tetap memandangnya seorang pendusta." Dan demikianlah dijadikan terasa indah bagi Fir'aun perbuatan buruknya itu, dan dia tertutup dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir'aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian.
Kritik
Ayat 37 (Ayat Sisipan yang Merusak Dialog dan Tata Bahasa): Ayat 29 hingga 36 dan kemudian ayat 38 hingga 48 berisi dialog atau percakapan yang berkelanjutan antara Firaun dan seorang mukmin dari kaumnya. Namun, di tengah-tengah dialog itu (ayat 37), tiba-tiba muncul pernyataan umum yang memutus konteks secara kasar. Secara tata bahasa, penggunaan kata kerja tunggal kabura di ayat ini juga keliru karena merujuk pada subjek jamak alladhina Pakar teks menemukan bahwa klausa ini adalah salinan persis (doublet) dari ayat 58 secara verbatim. Diyakini bahwa bagian teks dari ayat 58 pada suatu masa keliru tersalin atau terseret masuk ke ayat 37. Jika ayat 37 ini dihapus, kelanjutan dari ayat 36 ke 38 justru tersambung dengan sempurna

