Ghafir (Maha Pengampun) Ayat 11

Bacaan

TopikDialog di Neraka (Ayat 10-12)

قَالُوا رَبَّنَا أَمَتَّنَا اثْنَتَيْنِ وَأَحْيَيْتَنَا اثْنَتَيْنِ فَاعْتَرَفْنَا بِذُنُوبِنَا فَهَلْ إِلَىٰ خُرُوجٍ مِنْ سَبِيلٍ

(40:11) Mereka menjawab, "Ya Tuhan kami, Engkau telah mematikan kami dua kali dan telah menghidupkan kami dua kali (pula), lalu kami mengakui dosa-dosa kami. Maka adakah jalan (bagi kami) untuk keluar (dari neraka)?"

Kritik

Rintihan kaum kafir di neraka yang berbunyi "Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan dua kali" adalah jiplakan dari istilah teologi yang sangat spesifik, yakni konsep "Kematian Kedua" (kematian spiritual/hukuman abadi). Konsep ini tidak asli, melainkan diserap langsung dari tradisi literatur sekte Targum (Yahudi), Kristen Suriah, dan Manikeisme. Fakta ini menelanjangi narasi tradisional: audiens yang dilawan Muhammad sangat fasih dengan literatur sekte teologi tinggi, bukan masyarakat Arab pegunungan yang bodoh. (Patricia Crone, The Quranic Mushrikun and the Resurrection).

Moral

(40:11-12): Mempermainkan siklus hidup umat manusia dengan mematikan dan menghidupkan mereka berkali-kali tanpa memberikan jalan keluar sepeser pun dari siksaan.

Kontradiksi

Kontra S2:28 dan konsep penciptaan: S40:11 menggambarkan penghuni neraka berkata 'Engkau telah mematikan kami dua kali dan menghidupkan kami dua kali' — ini menyiratkan dua kematian dan dua kehidupan. Namun S2:28 menyebut 'kamu tadinya mati lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia menghidupkan kamu kembali.' Inkonsistensi: apakah ada dua atau tiga fase kehidupan/kematian?