Bacaan
TopikPerdebatan tentang Ayat-ayat Allah (Ayat 4-6)
كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ ۖ وَهَمَّتْ كُلُّ أُمَّةٍ بِرَسُولِهِمْ لِيَأْخُذُوهُ ۖ وَجَادَلُوا بِالْبَاطِلِ لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ فَأَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ
Sebelum mereka, kaum Nuh dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka telah mendustakan (rasul) dan setiap umat telah merencanakan (tipu daya) terhadap rasul mereka untuk menawannya dan mereka membantah dengan (alasan) yang batil untuk melenyapkan kebenaran; karena itu Aku tawan mereka (dengan azab). Maka betapa (pedihnya) azab-Ku?
Logical Fallacy
(40:5): Texas sharpshooter fallacy (Memilih bukti secara selektif) - Menjadikan kehancuran peradaban masa lalu (seperti kaum Nuh) secara selektif sebagai bukti mutlak azab karena menolak rasul. Teks mengabaikan fakta sejarah bahwa peradaban mana pun niscaya runtuh karena alasan alamiah atau dinamika sosial-politik.
Moral Concern
(40:5): Membanggakan tindakan menawan umat-umat terdahulu dengan azab yang pedih, merayakan kejatuhan manusia sebagai trofi dari ego ketuhanan.

