Bacaan
TopikPeristiwa Hari Kiamat (Ayat 60-75)
وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ
Orang-orang yang kafir digiring ke neraka Jahanam secara berombongan. Sehingga apabila mereka sampai kepadanya (neraka) pintu-pintunya dibukakan dan penjaga-penjaga berkata kepada mereka, "Bukankah telah datang kepadamu rasul-rasul dari kalangan kamu yang membacakan ayat-ayat Tuhanmu dan memperingatkan kepadamu akan pertemuan (dengan) harimu ini?" Mereka menjawab, "Benar, ada," tetapi ketetapan azab pasti berlaku terhadap orang-orang kafir.
Logical Fallacy
(39:71-72): Poisoning the well (Meracuni sumur) - Membuat fabrikasi narasi pasca-kematian berisi adegan orang-orang kafir digiring ke neraka Jahanam dan mengakui kesalahan mereka di depan penjaga neraka. Propaganda visual ini dicetak di dunia nyata demi meruntuhkan kredibilitas pihak oposisi serta menebar ketakutan, sebelum argumen sang oposisi sempat dipelajari oleh masyarakat.
Moral Concern
(39:71-72): Menampilkan sadisme terstruktur dengan menggiring manusia secara berombongan untuk dikunci secara kekal di neraka Jahanam murni karena dianggap sombong menolak ajaran.

