Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika seorang Yahudi datang dan menceritakan keyakinannya bahwa Allah memegang seluruh bumi, pohon, dan makhluk di atas jari-jari-Nya. Nabi tertawa mendengarnya, lalu turunlah ayat ini yang menegaskan betapa Maha Kuasanya Allah dan manusia seringkali tidak mengagungkan-Nya dengan semestinya.
TopikPeristiwa Hari Kiamat (Ayat 60-75)
وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.766) Mahasuci Dia dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.
Catatan Depag
*766) Ayat ini menggambarkan kebesaran dan kekuasaan Allah dan hanya Dialah yang berkuasa pada hari Kiamat.
Logical Fallacy
(39:67): Reification (Reifikasi) - Melakukan kontradiksi tajam dengan menggambarkan konsep ketuhanan abstrak menggunakan atribusi materialistis (bumi dalam genggaman dan langit digulung tangan kanan), namun secara paradoks diakhiri dengan klaim bahwa Ia Mahasuci dari segala penyifatan yang disematkan manusia.
Scientific Error
Kosmologi Langit Fisik: 'Pada Hari Kiamat, langit digulung dalam genggaman tangan kanan-Nya' — langit digambarkan sebagai benda fisik yang bisa digenggam; luar angkasa tidak bisa 'digulung' seperti gulungan kertas.

