Bacaan
TopikDialog dengan Orang-orang Musyrik (Ayat 38-45)
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Dan apabila yang disebut hanya nama Allah, kesal sekali hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat. Namun apabila nama-nama sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka menjadi bergembira.
Logical Fallacy
(39:45): Psychologist's fallacy (Kesalahan psikolog) - Menghakimi alam pikiran pihak oposisi dengan menuduh hati mereka "kesal" jika nama Tuhan Yang Esa disebut, dan "gembira" bila tuhan lain disebut. Teks berasumsi seolah mampu membaca niat emosional lawan, mengabaikan fakta bahwa lawan menolak karena ketidaksetujuan intelektual/filosofis.

