Bacaan
TopikDialog dengan Orang-orang Musyrik (Ayat 38-45)
اللَّهُ يَتَوَفَّى الْأَنْفُسَ حِينَ مَوْتِهَا وَالَّتِي لَمْ تَمُتْ فِي مَنَامِهَا ۖ فَيُمْسِكُ الَّتِي قَضَىٰ عَلَيْهَا الْمَوْتَ وَيُرْسِلُ الْأُخْرَىٰ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ
Allah memegang nyawa (seseorang) pada saat kematiannya dan nyawa (seseorang) yang belum mati ketika dia tidur; maka Dia tahan nyawa (orang) yang telah Dia tetapkan kematiannya dan Dia lepaskan nyawa yang lain sampai waktu yang ditentukan.764) Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran) Allah bagi kaum yang berpikir.
Catatan Depag
*764) Orang-orang yang mati itu rohnya ditahan Allah sehingga tidak dapat kembali kepada tubuhnya; dan orang-orang yang tidak mati, hanya tidur saja, rohnya dilepaskan sehingga dapat kembali kepadanya lagi.
Scientific Error
Klaim Allah 'memegang nyawa seseorang saat kematian dan menahan nyawa orang yang tidur' — konsep nyawa sebagai objek yang dapat 'dipegang' dan 'ditahan' tidak memiliki korespondensi dengan neurologi; tidur adalah proses neurologis aktif (otak tidak 'mati' saat tidur) dan bukan 'penahanan nyawa'.
Contradiction
Kontradiksi Siapa yang Mencabut Nyawa: Ayat ini menyatakan 'Allah yang mewafatkan jiwa-jiwa pada saat kematiannya' — bertentangan dengan 32:11 (satu malaikat maut) dan 47:27 (banyak malaikat).

