Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 21-23)
اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ
(39:23) Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al-Qur`an yang serupa (ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang,763 gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka ketika mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan Kitab itu Dia memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barang siapa disesatkan oleh Allah, maka tidak seorang pun yang dapat memberi petunjuk.
Catatan Depag
*763) Hukum-hukum, pelajaran dan kisah-kisah itu diulang-ulang menyebutnya dalam Al-Qur`an agar lebih kuat pengaruhnya dan lebih meresap. Sebagian mufasir mengatakan bahwa maksudnya itu ialah bahwa ayat-ayat Al-Qur`an itu diulang-ulang membacanya seperti tersebut dalam mukadimah surah Al-Fātiḥah.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun ketika para sahabat Nabi merasa bosan dan meminta Nabi Muhammad SAW untuk menceritakan kisah-kisah atau perkataan yang indah untuk menyelingi wahyu yang berisi hukum-hukum. Allah pun menurunkan Al-Qur'an sebagai "perkataan yang paling baik". (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun sebagai jawaban atas permintaan para sahabat kepada Nabi untuk menceritakan kepada mereka kisah-kisah masa lalu yang dapat diambil pelajaran. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
Kritik
Kitab ini menyebut dirinya matsani, kata yang membingungkan mufasir sejak awal sehingga diartikan yang berulang-ulang. Sebagian pakar membacanya sebagai salah salin dari mataliya, jamak dari matluw yang berarti yang dibacakan, karena lam pendek dan nun gampang tertukar dalam tulisan Hijazi. Arti yang dipilih menentukan apakah kitab ini menyebut dirinya bacaan atau pengulangan.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

