Bacaan
TopikPetunjuk dan Nasihat (Ayat 45-55)
وَكَذَٰلِكَ أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ ۚ فَالَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۖ وَمِنْ هَٰؤُلَاءِ مَنْ يُؤْمِنُ بِهِ ۚ وَمَا يَجْحَدُ بِآيَاتِنَا إِلَّا الْكَافِرُونَ
Dan demikianlah Kami turunkan Kitab (Al-Qur`an) kepadamu. Adapun orang-orang yang telah Kami berikan Kitab (Taurat dan Injil) mereka beriman kepadanya (Al-Qur`an); dan di antara mereka (orang-orang kafir Mekkah) ada yang beriman kepadanya. Dan hanya orang-orang kafir yang mengingkari ayat-ayat Kami.
Kritik
Klaim bahwa "orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab beriman kepadanya (Al-Qur'an)" adalah taktik hiperbolik dan propaganda manipulatif Muhammad untuk mencari validasi otoritas. Penulis teks merekayasa seolah-olah seluruh pendeta Yahudi dan Kristen tunduk membenarkan ajaran Muhammad. Hal ini tidak lebih dari rasionalisasi defensif untuk menghibur diri akibat keras kepalanya bangsanya sendiri yang menolak tunduk pada otoritasnya. (Crone, Pagan Arabs as God-Fearers).
Moral Concern
(29:47-49): Menyematkan label "zalim" (pelaku kejahatan) kepada siapa saja yang sekadar menolak untuk percaya pada doktrin Al-Quran, menunjukkan intoleransi ekstrem terhadap kebebasan berpikir dan berkeyakinan.

