Bacaan
TopikKisah Qarun (Ayat 76-84)
إِنَّ قَارُونَ كَانَ مِنْ قَوْمِ مُوسَىٰ فَبَغَىٰ عَلَيْهِمْ ۖ وَآتَيْنَاهُ مِنَ الْكُنُوزِ مَا إِنَّ مَفَاتِحَهُ لَتَنُوءُ بِالْعُصْبَةِ أُولِي الْقُوَّةِ إِذْ قَالَ لَهُ قَوْمُهُ لَا تَفْرَحْ ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْفَرِحِينَ
Sesungguhnya Karun termasuk kaum Musa,615) tetapi dia berlaku zalim terhadap mereka, dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaraan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, "Janganlah engkau terlalu bangga. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang membanggakan diri."
Catatan Depag
*615) Karun adalah salah seorang anak paman Nabi Musa -'alaihissalām-.
Kritik
Ayat 43-46 dan 76-82 (Anomali Kompilasi): Meskipun surat ini diklasifikasikan sebagai Makkiyah (turun di Mekkah), susunan akhir pada ayat 43-46 dengan kuat membuktikan ciri khas Madinah. Ini berarti naskah dari Madinah disusupkan dan dirakit ke dalam surat Mekkah Cerita mengenai Qarun (76-82) juga dinilai sebagai fragmen terpisah yang tidak memiliki hubungan asal-usul dengan sisa surat ini
Scientific Error
Klaim kunci-kunci harta Qarun begitu berat sehingga 'sukar dibawa oleh orang-orang yang kuat' — ini adalah hiperbola yang secara fisika tidak realistis; tidak ada kunci dalam jumlah sebanyak itu secara harfiah.

