Bacaan
TopikKekuasaan Allah dalam Penciptaan (Ayat 68-73)
قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ ۖ أَفَلَا تَسْمَعُونَ
Katakanlah (Muhammad), "Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?"
Logical Fallacy
Divine fallacy (God of the gaps) & Teleological fallacy - Mengeksploitasi fenomena astronomi dasar (pergantian siang dan malam) dan secara tidak logis menyimpulkannya sebagai bukti mutlak intervensi Tuhan spesifik. Mengabaikan keniscayaan fisika kosmik demi memaksakan agenda teologis.

