Bacaan
TopikHidayah Hanya Milik Allah (Ayat 56-61)
وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا ۖ فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَنْ مِنْ بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ
Dan betapa banyak (penduduk) negeri yang sudah bersenang-senang dalam kehidupannya yang telah Kami binasakan, maka itulah tempat kediaman mereka yang tidak didiami (lagi) setelah mereka, kecuali sebagian kecil. Dan Kamilah yang mewarisinya."612)
Catatan Depag
*612) Setelah mereka hancur, tempat itu sudah kosong dan tidak dimakmurkan lagi, hingga kembalilah ia kepada pemiliknya yang hakiki yaitu Allah.
Logical Fallacy
Argumentum ad baculum & Appeal to fear - Menggunakan teror masa lalu (pembinasaan massal penduduk negeri-negeri terdahulu) sebagai alat intimidasi psikologis untuk menundukkan akal pembaca saat ini.
Moral Concern
(28:58): Secara eksplisit dan bangga menyatakan telah membinasakan banyak penduduk negeri yang sedang bersenang-senang dalam kehidupannya, hingga tempat tinggal mereka kosong tak berpenghuni. Menghukum mati populasi sipil secara massal murni karena mereka menikmati kemakmuran duniawi adalah glorifikasi kehancuran yang sangat tidak rasional.

