Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkenaan dengan paman Nabi, Abu Thalib, saat ia sedang menghadapi sakaratul maut. Nabi memohon dengan sangat agar pamannya mengucapkan syahadat, namun Abu Jahl dan Abdullah bin Abi Umayyah terus mempengaruhinya untuk tetap berada pada agama leluhurnya. Abu Thalib akhirnya wafat dalam keadaan musyrik, dan Allah menyadarkan Nabi bahwa beliau tidak bisa memberi hidayah meski kepada orang yang paling dicintainya. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun berkaitan dengan Nabi yang sangat menginginkan pamannya, Abù Íàlib, mengucapkan syahadat agar beliau dapat bersaksi untuk menyelamatkannya dari azab di akhirat nanti. Allah hendak menegaskanbahwa hanya Dialah yang bisa memberi hidayah. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikHidayah Hanya Milik Allah (Ayat 56-61)
إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
Logical Fallacy
Determinism fallacy & Special pleading - Menciptakan kontradiksi logis dengan menyatakan bahwa petunjuk murni merupakan hak prerogatif Tuhan yang sewenang-wenang dan manusia (bahkan rasul) tidak punya kuasa menentukannya. Namun, anehnya, manusia yang tidak diberi petunjuk tersebut tetap disalahkan atas kesesatannya.
Contradiction
Kontra S6:125 dan S16:93: Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki; S28:56 menyebut 'engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki' — ini secara eksplisit menunjukkan hidayah bukan pilihan manusia, bertentangan dengan S18:29 bahwa manusia bebas memilih iman atau kufur.

