Bacaan
TopikWahyu kepada Nabi Muhammad tentang Musa (Ayat 43-51)
فَإِنْ لَمْ يَسْتَجِيبُوا لَكَ فَاعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَاءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ اتَّبَعَ هَوَاهُ بِغَيْرِ هُدًى مِنَ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu), ketahuilah bahwa mereka hanyalah mengikuti keinginan mereka. Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti keinginannya tanpa mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun? Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.
Logical Fallacy
False dilemma & Ad hominem - Memaksakan dikotomi palsu: jika lawan tidak mau menerima Al-Quran, maka satu-satunya alasan adalah mereka "mengikuti keinginan (hawa nafsu)". Argumen ini menutup mata dari kemungkinan oposisi yang didasari pada penalaran kritis dan skeptisisme yang sah.

