Bacaan
TopikWahyu kepada Nabi Muhammad tentang Musa (Ayat 43-51)
فَلَمَّا جَاءَهُمُ الْحَقُّ مِنْ عِنْدِنَا قَالُوا لَوْلَا أُوتِيَ مِثْلَ مَا أُوتِيَ مُوسَىٰ ۚ أَوَلَمْ يَكْفُرُوا بِمَا أُوتِيَ مُوسَىٰ مِنْ قَبْلُ ۖ قَالُوا سِحْرَانِ تَظَاهَرَا وَقَالُوا إِنَّا بِكُلٍّ كَافِرُونَ
Maka ketika telah datang kepada mereka kebenaran (Al-Qur`an) dari sisi Kami, mereka berkata, "Mengapa tidak diberikan kepadanya (Muhammad) seperti apa yang telah diberikan kepada Musa dahulu?" Bukankah mereka itu telah ingkar (juga) kepada apa yang diberikan kepada Musa dahulu? Mereka dahulu berkata, "(Musa dan Harun adalah) dua penyihir611) yang bantu membantu." Dan mereka (juga) berkata, "Sesungguhnya kami sama sekali tidak mempercayai masing-masing mereka itu."
Catatan Depag
*611) Menurut sebagian mufasir, yang dimaksud siḥrān adalah Kitab Taurat dan Al-Qur`an.
Logical Fallacy
Ad hominem (Poisoning the well) - Pihak penentang menolak klaim kebenaran dengan cara menyerang karakter pembawanya secara langsung, melabeli Musa dan Harun sebagai "dua penyihir", guna mematikan diskusi substansial.
Contradiction
Kontra S6:91 dan S17:101: Musa diberi Taurat/mukjizat yang jelas; S28:48 menyebut orang Mekkah berkata 'mengapa tidak diberikan kepada Muhammad seperti yang diberikan kepada Musa?' — pertanyaan ini tidak dijawab dengan alasan yang memuaskan, hanya dibilang 'mereka kafir dengan keduanya.' Inkonsistensi standar mukjizat antar nabi.

