Bacaan
TopikKisah Masa Kecil Nabi Musa (Ayat 7-13)
وَقَالَتِ امْرَأَتُ فِرْعَوْنَ قُرَّتُ عَيْنٍ لِي وَلَكَ ۖ لَا تَقْتُلُوهُ عَسَىٰ أَنْ يَنْفَعَنَا أَوْ نَتَّخِذَهُ وَلَدًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
Dan istri Fir'aun berkata, "(Dia) adalah penyejuk mata hati bagiku dan bagimu. Janganlah engkau membunuhnya, mudah-mudahan dia bermanfaat bagi kita atau kita ambil dia menjadi anak," sedang mereka tidak menyadari.
Kritik
- Ayat 9 (Penemuan Penghapusan Teks): Dalam sebuah fragmen manuskrip kuno (sekarang di Perpustakaan Nasional Rusia), terdapat penghapusan fisik (erasure) yang signifikan (setidaknya satu kata utuh) di antara kata 'aqibatu dan alladhina. Kata yang dihapus/dihilangkan oleh penyalin tersebut tidak dapat dibaca lagi, tetapi yang jelas penghapusan itu sengaja dilakukan untuk menyelaraskan naskah tersebut agar cocok dengan versi standar saat ini.
- (28:9) Terdapat kesalahan ortografi dasar; kata "istri" ditulis "imra'at" dengan huruf ta maftuhah, bukan ejaan standar ta marbuthah (imra'ah), menegaskan bahwa penulisan Utsmani adalah intervensi tangan manusia yang bisa salah. (Criticism of the Quran - Wikipedia)

