Bacaan
TopikKisah Masa Kecil Nabi Musa (Ayat 7-13)
فَالْتَقَطَهُ آلُ فِرْعَوْنَ لِيَكُونَ لَهُمْ عَدُوًّا وَحَزَنًا ۗ إِنَّ فِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا كَانُوا خَاطِئِينَ
Maka dia dipungut oleh keluarga Fir'aun agar (kelak) dia menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka. Sungguh, Fir'aun dan Haman bersama bala tentaranya adalah orang-orang yang bersalah.
Kritik
Penggabungan tokoh Firaun, Haman, dan perintah membangun menara dari tanah liat yang dibakar untuk "melihat Tuhannya Musa" adalah anakronisme historis dan geografis yang paling konyol dan fatal. Penulis teks secara serampangan mencomot nama Haman (seorang menteri Raja Ahasyweros dari Persia dalam Kitab Ester) lalu memindahkannya secara paksa ke zaman Musa di Mesir kuno. Lebih parahnya, narasi ini dioplos lagi dengan mitos Menara Babel (Babel dari Mesopotamia dengan bata tanah liat bakar) ke arsitektur Mesir (yang aslinya memakai batu potong). Ini menunjukkan kebutaan sejarah total dari penyusun teks terhadap literatur-literatur yang ia jiplak ceritanya. (Wikipedia, Historicity of the Quran).
Scientific Error
Kesalahan Historis — Haman di Era Firaun: Haman disebutkan sebagai menteri Firaun di Mesir — secara historis, Haman adalah tokoh Persia dalam kitab Ester (abad 5 SM), berabad-abad setelah era Firaun; penggabungan dua tokoh dari era berbeda. — "Firaun" digunakan murni sebagai nama diri tokoh. Secara sejarah, Firaun (Pharaoh) awalnya berarti "Rumah/Istana Besar" dan merupakan gelar penguasa, bukan nama pribadi satu orang yang spesifik.

