Bacaan
TopikKisah Masa Kecil Nabi Musa (Ayat 7-13)
وَأَوْحَيْنَا إِلَىٰ أُمِّ مُوسَىٰ أَنْ أَرْضِعِيهِ ۖ فَإِذَا خِفْتِ عَلَيْهِ فَأَلْقِيهِ فِي الْيَمِّ وَلَا تَخَافِي وَلَا تَحْزَنِي ۖ إِنَّا رَادُّوهُ إِلَيْكِ وَجَاعِلُوهُ مِنَ الْمُرْسَلِينَ
Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa, "Susuilah dia (Musa), dan apabila engkau khawatir terhadapnya maka hanyutkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah engkau takut dan jangan (pula) bersedih hati, sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu, dan menjadikannya salah seorang rasul."
Scientific Error
Klaim Allah 'mengilhamkan' ibu Musa untuk menyusui lalu menghanyutkannya ke sungai — konsep ilham langsung ilahi kepada non-nabi (ibu Musa) yang berisi instruksi spesifik (susui, hanyutkan, jangan takut) tidak memiliki mekanisme yang dapat dijelaskan secara psikologis atau neurologis; ini diklaim sebagai wahyu tanpa mediasi.
Contradiction
Kontra S20:38-39 yang menceritakan kisah yang sama: di S20:39 Allah menyebut 'Aku telah melimpahkan kasih sayang-Ku kepadamu' kepada Musa bayi, dan menyebut Fir'aun sebagai 'musuh-Ku dan musuhmu.' Namun S28:8 menyebut keluarga Fir'aun 'memungut Musa agar menjadi musuh dan kesedihan bagi mereka.' Inkonsistensi: apakah Allah sudah tahu Fir'aun akan menjadi musuh atau masih menetapkannya?

