Bacaan
TopikPerumpamaan bagi Orang Kafir (Ayat 39-40)
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ ۚ ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا ۗ وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللَّهُ لَهُ نُورًا فَمَا لَهُ مِنْ نُورٍ
atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh gelombang demi gelombang, di atasnya ada (lagi) awan gelap. Itulah gelap gulita yang berlapis-lapis. Apabila dia mengeluarkan tangannya hampir tidak dapat melihatnya. Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
Logical Fallacy
Definist Fallacy - Ayat 40 mendefinisikan secara sepihak bahwa siapa pun "yang tidak diberi cahaya oleh Allah" maka "tidak mempunyai cahaya sedikit pun", menggunakan definisi yang disusun sendiri untuk mengukuhkan kesimpulan yang sudah ditentukan sebelumnya.
Scientific Error
Klaim kondisi orang kafir 'seperti gelap gulita di lautan dalam, ditutupi ombak berlapis, di atasnya awan' — deskripsi ini sering diklaim sebagai bukti saintifik Al-Qur'an tentang kegelapan di kedalaman laut. Namun deskripsi lautan dalam yang gelap adalah pengetahuan umum; nelayan dan pelaut Arab abad ke-7 sudah mengetahui lautan dalam itu gelap.

