Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun karena keluhan seorang wanita Anshar yang merasa tidak nyaman saat ayah, anak, atau anggota keluarga pria lainnya masuk ke rumahnya di waktu-waktu saat ia sedang tidak berpakaian pantas, sehingga disyariatkanlah aturan meminta izin sebelum masuk. Ayat 29 turun setelah Abu Bakar bertanya mengenai aturan masuk ke penginapan atau rumah kosong di sepanjang jalan Syam.
TopikAdab Bertamu dan Menjaga Pandangan (Ayat 27-31)
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَدْخُلُوا بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا وَتُسَلِّمُوا عَلَىٰ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ
Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.
Kritik
Ayat 27-36 (Sisipan Topik): Bagian ini mengatur tentang adab bertamu, memberi salam, dan perilaku wanita. Namun, tema ini menjadi kacau karena ayat 32-34 dan 35-36 merupakan dua penyimpangan topik (digressions) yang hanya terkait sangat longgar dengan tema utama, dan diyakini sebagai interpolasi (sisipan) belakangan

