Bacaan
TopikTuduhan terhadap Wanita Baik-baik (Ayat 23-26)
الْخَبِيثَاتُ لِلْخَبِيثِينَ وَالْخَبِيثُونَ لِلْخَبِيثَاتِ ۖ وَالطَّيِّبَاتُ لِلطَّيِّبِينَ وَالطَّيِّبُونَ لِلطَّيِّبَاتِ ۚ أُولَٰئِكَ مُبَرَّءُونَ مِمَّا يَقُولُونَ ۖ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
Perempuan-perempuan yang keji untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji untuk perempuan-perempuan yang keji (pula), sedangkan perempuan-perempuan yang baik untuk laki-laki yang baik, dan laki-laki yang baik untuk perempuan-perempuan yang baik (pula). Mereka itu bersih dari apa yang dituduhkan orang. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia (surga).562)
Catatan Depag
*562) Ayat ini menunjukkan kesucian Aisyah dan Safwan -raḍiyallāhu 'anhumā- dari segala tuduhan yang ditujukan kepada mereka. Rasulullah adalah orang yang paling baik, maka perempuan yang baik pula yang menjadi istri beliau.
Logical Fallacy
Hasty Generalization (Generalisasi Terburu-buru) - Ayat 26 membuat klaim universal tentang kecocokan pasangan berdasarkan moralitas ("perempuan keji untuk laki-laki keji") tanpa bukti empiris atau nuansa situasional.

