Qurai

An-Nur (Cahaya) Ayat 11

Bacaan

TopikKisah Tuduhan terhadap Aisyah (Al-Ifk) (Ayat 11-20)

إِنَّ الَّذِينَ جَاءُوا بِالْإِفْكِ عُصْبَةٌ مِنْكُمْ ۚ لَا تَحْسَبُوهُ شَرًّا لَكُمْ ۖ بَلْ هُوَ خَيْرٌ لَكُمْ ۚ لِكُلِّ امْرِئٍ مِنْهُمْ مَا اكْتَسَبَ مِنَ الْإِثْمِ ۚ وَالَّذِي تَوَلَّىٰ كِبْرَهُ مِنْهُمْ لَهُ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(24:11) Sesungguhnya orang-orang yang membawa berita bohong itu adalah dari golongan kamu (juga). Janganlah kamu mengira berita itu buruk bagi kamu, bahkan itu baik bagi kamu. Setiap orang dari mereka mendapat balasan dari dosa yang diperbuatnya. Dan barangsiapa di antara mereka yang mengambil bagian terbesar (dari dosa yang diperbuatnya), dia mendapat azab yang besar (pula).560

Catatan Depag

*560) Berita bohong ini mengenai istri Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- Ummul Mukminin, setelah perang dengan Bani Musṭaliq pada bulan Syaban 5 H. Peperangan itu diikuti kaum munafik dan turut pula Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dengan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berdasarkan undian yang diadakan di antara istri-istri beliau. Dalam perjalanan kembali dari peperangan, mereka berhenti pada suatu tempat. Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- keluar dari sekedupnya untuk suatu keperluan, kemudian kembali. Tiba-tiba dia merasa kalungnya hilang, lalu dia pergi lagi mencarinya. Sementara itu, rombongan berangkat dengan anggapan bahwa Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- masih ada dalam sekedup. Setelah Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengetahui sekedupnya sudah berangkat, dia duduk di tempatnya dan mengharapkan sekedup itu akan kembali menjemputnya. Kebetulan, lewat di tempat itu seorang sahabat Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Safwan ibnu Mu'aṭṭal -raḍiyallāhu 'anhu-, ditemukannya seseorang sedang tidur sendirian dan dia terkejut seraya mengucapkan, “Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji'ūn, istri Rasul!” Aisyah terbangun. Lalu dia dipersilahkan oleh Safwan mengendarai untanya. Safwan berjalan menuntun unta sampai mereka tiba di Madinah. Orang-orang yang melihat mereka membicarakannya menurut pendapat masing-masing. Mulailah timbul desas-desus. Kemudian kaum munafik membesar-besarkannya, maka fitnah atas Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- itu pun bertambah luas, sehingga menimbulkan keguncangan di kalangan kaum muslimin.

Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi

Ayat-ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa Ifk (berita bohong/fitnah keji) yang menimpa 'Aisyah RA. Saat beliau tertinggal dari rombongan karena mencari kalungnya yang hilang, beliau dibawa pulang oleh Safwan bin Al-Mu'attil. Tokoh munafik Abdullah bin Ubayy kemudian menyebarkan fitnah perselingkuhan. Setelah satu bulan penuh penderitaan dan tangisan, Allah menurunkan ayat ini untuk membersihkan nama baik 'Aisyah sekaligus menegur Abu Bakar yang sempat menghentikan bantuan nafkahnya kepada Mistah (salah satu penyebar isu tersebut).

Kritik

Ayat 11 sampai 20 menjawab satu peristiwa tertentu, tuduhan terhadap Aisyah yang beredar di Madinah, dan mufasir sepakat tentang itu. Yang turun sebagai pembelaan atas perkara rumah tangga pemimpinnya lalu dibaca sebagai aturan yang berlaku umum, dan jarak antara kedua pembacaan itu jarang disebut.

Catatan Saya

Belum ada catatan untuk ayat ini.

Bagikan artikel

Bantu tulisan ini menemukan pembaca yang tepat.

Dukung Qurai

Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.

Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

Dukung via Saweria