Al-Mu'minun (Orang-Orang Mukmin) Ayat 102

Bacaan

TopikPenyesalan di Akhirat dan Keadaan Hari Kebangkitan (Ayat 99-118)

فَمَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

(23:102) Barang siapa berat timbangan (kebaikan)-nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Kritik

Deskripsi dan ancaman-ancaman eskatologis di ayat-ayat ini memiliki resonansi intertekstual yang sangat kuat dengan literatur apokaliptik Yahudi-Kristen 4 Ezra 7. Ini adalah bukti nyata bagaimana teks Qur'an tidak turun di ruang hampa, melainkan merupakan kompilasi yang menyerap dan mendaur ulang literatur-literatur tentang kiamat yang sedang populer beredar di lingkungan (milieu) Timur Dekat pada periode Late Antiquity. (Tommaso Tesei, Q 23:93-103 and 4 Ezra 7 / IQSA).

Cacat Logika

False Dilemma - Ayat 102-103 menyajikan dikotomi moral simplisitis: hanya ada "berat timbangan kebaikan" (surga) atau "ringan timbangan kebaikan" (neraka), tanpa mengakui kompleksitas moral manusia yang sebenarnya.