Bacaan
TopikPenolakan Terhadap Kebangkitan (Ayat 81-90)
سَيَقُولُونَ لِلَّهِ ۚ قُلْ فَأَنَّىٰ تُسْحَرُونَ
Mereka akan menjawab, "(Milik) Allah." Katakanlah, "(Kalau demikian), maka bagaimana kamu sampai tertipu?"
Kritik
Ayat 69 dan 89, 91 (Error Gramatikal): Pada ayat 69, kata ganti bihi sama sekali tidak memiliki rujukan yang jelas, dan kata samiran secara gramatikal menyalahi aturan dhu l-hal. Teks aslinya diduga kuat rusak, dan seharusnya berbunyi biha dan summuran Di ayat 89 dan 91, pengulangan kata li-llahi adalah kesalahan salin mekanis dari ayat 87, dan seharusnya berbunyi Allahu
Logical Fallacy
Argumentum ad consequentiam - Ayat 89-90 menyiratkan bahwa orang harus menerima klaim yang diajukan karena konsekuensi penolakan adalah dicap sebagai "tertipu" dan "pendusta", bukan karena bukti yang meyakinkan.

