Al-Mu'minun (Orang-Orang Mukmin) Ayat 27

Bacaan

TopikKisah Nabi Nuh dan Kaumnya (Ayat 23-30)

فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا فَإِذَا جَاءَ أَمْرُنَا وَفَارَ التَّنُّورُ ۙ فَاسْلُكْ فِيهَا مِنْ كُلٍّ زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَنْ سَبَقَ عَلَيْهِ الْقَوْلُ مِنْهُمْ ۖ وَلَا تُخَاطِبْنِي فِي الَّذِينَ ظَلَمُوا ۖ إِنَّهُمْ مُغْرَقُونَ

(23:27) Lalu Kami wahyukan kepadanya, "Buatlah kapal di bawah pengawasan dan petunjuk Kami, maka apabila perintah Kami datang dan tanur (dapur) telah memancarkan air, maka masukkanlah ke dalam (kapal) itu sepasang-sepasang dari setiap jenis, juga keluargamu, kecuali orang yang lebih dahulu ditetapkan (akan ditimpa siksaan) di antara mereka. Dan janganlah engkau bicarakan dengan-Ku tentang orang-orang yang zalim, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.

Cacat Logika

Selective Rescue Narrative – Perintah Allah kepada Nuh untuk menyelamatkan 'dua pasang dari setiap jenis hewan dan keluargamu' dan membiarkan yang lain tenggelam menggambarkan selektivitas ilahi atas siapa yang diselamatkan. Pemilihan siapa yang selamat dan siapa yang tenggelam berdasarkan keimanan adalah collective punishment.

Moral

(23:27) dan (23:41): Menormalkan dan membanggakan genosida massal. Tuhan melarang Nuh bernegosiasi atau meminta keringanan bagi mereka yang akan ditenggelamkan, dan di ayat lain membanggakan penghancuran suatu kaum dengan suara mengguntur hingga menjadi "sampah yang dibawa banjir". Ini menjadikan hukuman mati massal sebagai solusi ilahi yang wajar.

Kontradiksi

Kontradiksi Naratif Nuh — Kapan Instruksi Diberikan: Ayat ini menyatakan instruksi 'masukkan ke bahtera dua dari setiap jenis' diberikan SEBELUMNYA kepada Nuh saat membangun bahtera — bertentangan dengan 11:40 yang menyatakan instruksi diberikan SAAT tanda banjir (tanur meluap) sudah terjadi.