Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun berkaitan dengan ucapan 'Umar bin Khattab. Saat beliau mendengar Nabi mendiktekan tahapan penciptaan manusia hingga kalimat "kemudian Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain," 'Umar spontan takjub dan berseru, "Maha Suci Allah, Pencipta yang paling baik!" Ayat penutup tersebut kemudian turun persis sama dengan ucapan 'Umar.
TopikTahapan Penciptaan Manusia (Ayat 12-16)
ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ
Kemudian, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu lalu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian, Kami menjadikannya makhluk yang (berbentuk) lain. Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.
Scientific Error
Embriologi Keliru (Multi): (1) Nutfah → gumpalan darah ('alaqah) → segumpal daging (mudghah) → tulang → dibungkus daging — tidak ada tahap 'gumpalan darah' dalam embriologi modern; (2) tulang terbentuk setelah daging bukan sebelumnya — otot dan tulang rawan berkembang bersamaan; (3) urutan ini mirip deskripsi Galen (dokter Yunani abad ke-2 M) bukan penemuan orisinal.
Contradiction
Kontradiksi Urutan Penciptaan Manusia: Ayat ini menyatakan fase tulang belulang dibungkus daging — bertentangan dengan 32:7-9 yang menyatakan Allah memperindah ciptaan dan meniupkan roh tanpa menyebutkan fase tulang sama sekali.

