Ayat 12-16 dan 17-22 (Penyamaran Rima Asli): Pakar teks seperti Richard Bell dan R. Geyer menemukan bukti bahwa teks ini awalnya diakhiri dengan rima berakhiran -ah. Namun, pada saat kompilasi, bagian ini dipaksakan masuk ke dalam Surat 23 yang dominan berima -a(l). Untuk mengakalinya, penyusun teks menambahkan "frasa rima" di akhir setiap kalimat agar bunyinya seragam dengan surat tersebut. Jika frasa tambahan di akhir kata tersebut dibuang, rima aslinya (-ah) dan makna aslinya justru muncul kembali dengan sangat jelas