Bacaan
TopikTanda-tanda Kekuasaan Allah (Ayat 63-66)
أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُمْ مَا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ وَيُمْسِكُ السَّمَاءَ أَنْ تَقَعَ عَلَى الْأَرْضِ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوفٌ رَحِيمٌ
Tidakkah engkau memperhatikan bahwa Allah menundukkan bagimu (manusia) apa yang ada di bumi, dan kapal yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya. Dan Dia menahan (benda-benda) langit agar tidak jatuh ke bumi, melainkan dengan izin-Nya? Sungguh, Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang kepada manusia.
Logical Fallacy
Argumentum ad ignorantiam - Ayat 65 menggunakan fenomena alam yang belum sepenuhnya dipahami (pada masa itu) seperti "benda-benda langit tidak jatuh ke bumi" sebagai bukti adanya Allah, padahal ketidaktahuan bukan merupakan bukti.
Scientific Error
Kosmologi Langit Fisik: 'Dia menahan langit agar tidak jatuh ke bumi kecuali dengan izin-Nya' — mengulangi konsep langit sebagai kubah fisik yang bisa jatuh menghantam bumi.

