Bacaan
TopikPeran Rasul dan Tantangan (Ayat 49-57)
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ وَلَا نَبِيٍّ إِلَّا إِذَا تَمَنَّىٰ أَلْقَى الشَّيْطَانُ فِي أُمْنِيَّتِهِ فَيَنْسَخُ اللَّهُ مَا يُلْقِي الشَّيْطَانُ ثُمَّ يُحْكِمُ اللَّهُ آيَاتِهِ ۗ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ
(22:52) Dan Kami tidak mengutus seorang rasul dan tidak (pula) seorang nabi sebelum engkau (Muhammad), melainkan apabila dia mempunyai suatu keinginan,549 setan pun memasukkan godaan-godaan ke dalam keinginannya itu. Tetapi Allah menghilangkan apa yang dimasukkan setan itu, dan Allah akan menguatkan ayat-ayat-Nya. Dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana,
Catatan Depag
*549) Sebagian mufasir mengartikan tamannā dengan "membaca" dan umniyyatihi dengan "bacaannya". Yaitu apabila Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- membaca suatu ayat yang isinya memberikan peringatan kepada orang-orang kafir, mereka segera mengikuti bacaan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan tambahan kata-kata yang membenarkan keyakinan mereka.
Asbabun Nuzulmenurut Muchlis M. Hanafi
Ayat ini turun mengenai peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW sedang membacakan Surah An-Najm dan sangat berharap kaumnya mendapat hidayah. Setan kemudian menyelipkan kata-kata pujian terhadap berhala ("Gharaniq" yang diharapkan syafaatnya) ke dalam lisan Nabi sehingga kaum musyrik ikut sujud kegirangan. Malaikat Jibril lalu turun menegur dan menghapus sisipan setan tersebut. Surah Al-Mu'minun 23:1-10 Ayat ini turun ketika ‘Umar bin Khattab mendengar suara dengungan seperti lebah di dekat wajah Nabi Muhammad SAW saat beliau menerima wahyu. Setelah menghadap kiblat dan berdoa agar Allah menambah nikmat dan kehormatan bagi umatnya, Nabi mengabarkan bahwa 10 ayat ini diturunkan, dan siapa pun yang mengamalkannya akan masuk surga.
Kritik
Ayat ini menyebut setan menyusupkan sesuatu ke dalam bacaan setiap rasul lalu Allah menghapusnya. Shahab Ahmed mengumpulkan puluhan riwayat dari mufasir awal seperti Mujahid, Muqatil, dan Sa'id bin Jubair yang membaca ayat ini sebagai pembatalan atas kalimat pujian kepada Lata, Uzza, dan Manat yang sempat terbaca. Penolakan atas cerita itu baru mengeras berabad-abad kemudian, saat doktrin kemaksuman nabi sudah mapan.
Kontradiksi
Kontra 53:3-4. Ayat ini membuka kemungkinan setan menyusupkan sesuatu ke dalam yang dibacakan rasul, sedangkan 53:3-4 menyatakan ia tidak berbicara dari keinginannya sendiri dan yang diucapkannya wahyu belaka.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

