Bacaan
TopikPelajaran dari Umat Terdahulu (Ayat 42-48)
وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ أَمْلَيْتُ لَهَا وَهِيَ ظَالِمَةٌ ثُمَّ أَخَذْتُهَا وَإِلَيَّ الْمَصِيرُ
Dan berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancuran)nya, karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka, dan hanya kepada-Kulah tempat kembali (segala sesuatu).
Logical Fallacy
Divine Delay as Omnipotence Proof – 'Berapa banyak negeri yang Aku tangguhkan (penghancurannya) karena penduduknya berbuat zalim, kemudian Aku azab mereka' adalah narasi bahwa keterlambatan azab adalah bukti kasih sayang, bukan ketidakhadiran. Ini adalah unfalsifiable framing: tidak ada azab = belas kasihan Allah; ada azab = keadilan Allah.

