Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun mengenai orang-orang Arab Badui (dan seorang Yahudi) yang baru masuk Islam tetapi keimanannya sangat transaksional. Jika hidupnya makmur, sehat, dan ternaknya beranak, ia memuji Islam. Namun jika jatuh miskin, sakit, atau tertimpa musibah, ia mencela Islam dan murtad. (Sumber: Asbab Al-Nuzul - Al-Wahidi) Ayat ini turun untuk menyindir orang yang hanya beribadah kepada Allah jika mendapatkan apa yang diinginkannya. Sebaliknya, bila keinginannya tidak tercapai, ia pun menuding Islam sebagai penyebabnya. (Sumber: Asbabun Nuzul - Muchlis M. Hanafi)
TopikOrang-orang yang Menyimpang dari Kebenaran (Ayat 8-13)
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَعْبُدُ اللَّهَ عَلَىٰ حَرْفٍ ۖ فَإِنْ أَصَابَهُ خَيْرٌ اطْمَأَنَّ بِهِ ۖ وَإِنْ أَصَابَتْهُ فِتْنَةٌ انْقَلَبَ عَلَىٰ وَجْهِهِ خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ
Dan di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi,539) maka jika dia memperoleh kebajikan, dia merasa puas, dan jika dia ditimpa suatu cobaan, dia berbalik ke belakang.540) Dia rugi di dunia dan di akhirat. Itulah kerugian yang nyata.
Catatan Depag
*539) Tidak dengan penuh keyakinan. 540) Kembali kafir lagi.
Logical Fallacy
No True Scotsman – 'Di antara manusia ada yang menyembah Allah hanya di tepi' — kondisional: jika dapat kebaikan ia tenteram, jika ditimpa ujian ia berbalik. Ini mendefinisikan keimanan yang genuine sebagai yang tidak berubah dalam kondisi apapun, sebuah standar yang tidak realistis dan digunakan untuk mendiskualifikasi keimanan yang goyah.
Contradiction
Kontra konsep iman yang diuji (S2:155-157): S22:11 menyebut ada manusia yang menyembah Allah 'di tepi' — jika mendapat kebaikan ia tenang, jika tertimpa cobaan ia berbalik kufur. Ini bertentangan dengan S2:286 bahwa ujian tidak melebihi kemampuan; mengapa Allah menguji seseorang melewati batas imannya?

