Bacaan
Asbabun Nuzul
Ayat ini turun ketika Nabi Muhammad SAW kedatangan tamu namun tidak memiliki makanan. Beliau lalu meminjam gandum kepada seorang Yahudi dengan menggadaikan baju besi beliau karena Yahudi itu menolak meminjamkan tanpa jaminan. Ayat ini turun agar Nabi tidak bersedih melihat kekayaan orang kafir.
TopikPeringatan dan Nasihat Akhir (Ayat 128-135)
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ
Dan janganlah engkau belalakkan pandangan matamu kepada kenikmatan yang telah Kami berikan pada beberapa golongan dari mereka, (sebagai) bunga kehidupan dunia, agar Kami uji mereka dengan (kesenangan) itu. Karunia Tuhanmu lebih baik dan lebih kekal.
Moral Concern
Perintah jangan 'belalakkan mata' pada kemewahan orang kafir (a.131): framing kemakmuran non-Muslim sebagai 'fitnah' dan 'ujian' — mendorong sikap curiga dan iri terhadap keberhasilan orang yang berbeda keyakinan

