Bacaan
TopikPeringatan dan Nasihat Akhir (Ayat 128-135)
أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُمْ مِنَ الْقُرُونِ يَمْشُونَ فِي مَسَاكِنِهِمْ ۗ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَاتٍ لِأُولِي النُّهَىٰ
Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (orang-orang musyrik) berapa banyak (generasi) sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal mereka melewati (bekas-bekas) tempat tinggal mereka (umat-umat itu)? Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang berakal.
Logical Fallacy
Appeal to Historical Destruction – 'Tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan?' menggunakan kehancuran peradaban masa lalu sebagai argumen untuk keimanan masa kini. Ini adalah appeal to fear berbasis sejarah: percayalah, atau bernasib seperti yang hancur.
Moral Concern
(20:128): Kembali mengulang legitimasi dan kebanggaan atas genosida generasi-generasi terdahulu, di mana Tuhan menjadikan sisa-sisa tempat tinggal mereka yang telah dibinasakan sebagai monumen ancaman. Menjadikan penghancuran populasi umat manusia masa lalu sebagai "petunjuk" adalah glorifikasi teror yang terus dipelihara.

