Bacaan
TopikKisah Adam dan Iblis (Ayat 115-127)
فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْآتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِنْ وَرَقِ الْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰ آدَمُ رَبَّهُ فَغَوَىٰ
(20:121) Lalu keduanya memakannya, lalu tampaklah oleh keduanya aurat mereka dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan telah durhakalah Adam kepada Tuhan-Nya, dan sesatlah dia.527
Catatan Depag
*527) Yang dimaksud "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surah ini. Dan yang dimaksud dengan "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan setan. Kesalahan Adam -'alaihissalām- meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa sudah dinamai durhaka dan sesat karena tingginya martabat Adam -'alaihissalām- dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang, bagaimanapun kecilnya.
Kritik
Adam disebut durhaka dan sesat, 'asha dan ghawa, dua kata yang di tempat lain dipakai untuk musuh para nabi. Kemenag menambahkan catatan kaki untuk melunakkannya, dan ilmu kalam memindahkan kejadiannya ke sebelum Adam diangkat jadi nabi agar ajaran nabi terjaga dari dosa tetap utuh. Kalimatnya sendiri tidak membedakan waktu itu.
Kontradiksi
Kontra 7:24 dan 2:36. Perintah turun di 20:123 ditujukan kepada dua orang, sedangkan 7:24 dan 2:36 memakai bentuk jamak untuk lebih dari dua. Jumlah yang diperintahkan turun berbeda di tiga tempat.
Catatan Saya
Belum ada catatan untuk ayat ini.
Dukung Qurai
Dukung kerja sunyi di balik setiap tulisan.
Di balik tiap tulisan ada proses membaca, membandingkan, dan merapikan jejak. Setiap dukungan ikut menjaga proses itu tetap berjalan.

